George Soros: AS Bukan Bangsa Pembebas, Tapi Bangsa Penindas

Milyuner George Soros mengecam kebijakan perang melawan terorisme Presiden AS George W. Bush. Sebab, kata Soros, jumlah korban tewas orang-orang tak berdosa akibat seruan Bush tersebut, jauh lebih banyak ketimbang jumlah korban akibat serangan terror 11 September 2001. AS, lanjutnya, mengaku-aku sebagai bangsa pembebas, tetapi sesungguhnya AS adalah bangsa penindas.

Berbicara pada acara wisuda para mahasiswa Columbia University’s School of International and Public Affairs di New York, Senin (17/5) kemarin, Soros mengatakan invasi AS ke Irak tidak dapat dibenarkan.

Milyuner kelahiran Hongaria itu lebih jauh menuduh, bahwa foto-foto kebiadaban tentara AS di Irak yang baru-baru ini dipublikasikan media massa dunia, “bukan sekedar kasus dari sedikit kebusukan yang ada pada militer AS. Tapi kebiadaban itu sudah menjadi pola kekejian yang ditolerir dan bahkan didorong penguasa AS.” “Kita mengaku-aku sebagai kaum pembebas. Tetapi sesungguhnya kita telah menjadi bangsa penindas,” tandas Soros.

Soros dikenal sebagai pengeritik yang teguh terhadap kebijakan pemerintahan Republik pimpinan Bush atas Irak. Dia telah menyumbangkan sedikitnya 12,5 juta US$ bagi kampanye Partai Demokrat untuk mengalahkan Bush pada pemilu presiden AS November mendatang. Konglomerat kaliber dunia itu menyimpulkan, bahwa posisi White House di Irak tidak bisa dipertahankan, ketika AS mulai mengalihkan kekuasaan ke tangan para milisi lokal.

“Perlu persiapan bagi Irak untuk kelompok agama dan etnik yang ada di sana. Dan perlu disiapkan antisipasi kemungkinan terjadinya perang sipil seperti terjadi di Bosnia, ketimbang menjanjikan demokrasi gaya Barat,” tukas Soros.

Milyuner Soros menyarankan, agar AS tidak melakukan perang melawan terorisme dengan menciptakan korban-korban baru. “Dengan menyebarkan ketakutan, kita sesungguhnya sedang membuat aksi-aksi teroris baru. Kita sengaja menciptakan siklus kekerasan yang lebih kejam,” papar Soros serius.

“Jika kita menyukai hal tersebut, kita mungkin akan menemukan diri kita sendiri berada dalam negara perang permanen,” ujarnya mengingatkan.
(stn/aljazeera).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: