Kaya Karena Sederhana

March 3, 2006

Oleh Gede Prama.
Menjadi orang kaya, itulah cita-cita banyak sekali orang. Hal yang sama juga pernah melanda saya. Dulu, ketika masih duduk di bangku SMU, kemudian menyaksikan ada rumah indah dan besar, dan di depannya duduk sepasang orang tua lagi menikmati keindahan rumahnya, sering saya bertanya ke diri sendiri : akankah saya bisa sampai di sana ?. Sekian tahun setelah semua ini berlalu, setelah berkenalan dengan beberapa orang pengusaha yang kekayaan perusahaannya bernilai triliunan rupiah, duduk di kursi tertinggi perusahaan, atau menjadi penasehat tidak sedikit orang kaya, wajah-wajah hidup yang kaya sudah tidak semenarik dan seseksi bayangan dulu.

Penyelaman saya secara lebih mendalam bahkan menghasilkan sejumlah ketakutan untuk menjadi kaya. Ada orang kaya yang memiliki putera-puteri yang bermata kosong melompong sebagai tanda hidup yangkering. Ada pengusaha yang menatap semua orang baru dengan tatapan curiga karena sering ditipu orang, untuk kemudian sedikit-sedikit marah dan memaki. Ada sahabat yang berganti mobil termewah dalam ukuran bulanan, namun harus meminum pil tidur kalau ingin tidur nyenyak. Ada yang memiliki anak tanpa Ibu karena bercerai, dan masih banyak lagi wajah-wajah kekayaan yang membuat saya jadi takut pada kekayaan materi. Dalam tataran pencaharian seperti ini, tiba-tiba saja saya membaca karya Shakti Gawain dalam jurnal Personal Excellence edisi September 2001 yang menulis : “If we have too many things we don’t truly need or want, our live become overly complicated”. Siapa saja yang memiliki terlalu banyak hal yang tidak betul-betul dibutuhkan, kehidupannya akan berwajah sangat rumit dan kompleks.

Read the rest of this entry »

Resah seputar penerbitan majalah PLAYBOY

January 30, 2006

Asli, saya sebenarnya ngga tahu dari mana ada berita akan beredarnya majalah PLAYBOY di Inonesia. Sampai salah satu smun’ers mengirimkan email berupa petisi penolakan ke milis smun65, dan ditanggapi dingin oleh member lain, hanya seorang yang mereply dengan kesan yang saya tangkap tidak menolak, aneh biasanya isu seputar masalah ini “harusnya” dapat membangkitkan rangsangan otak untuk saling adu argumentasi. Sepertinya, anggota milis smun65 sudah lebih pintar sehingga tidak perlu merespon, cukup dengan keyakinan masing-masing.

hm.. sepertinya saya termasuk golongan ini, saya pribadi menolak, tapi saya juga bosan memperdebatkannya, apalagi dengan segala ketidakpuasan saya dengan cara pikir orang-orang dipemerintahan. Toh kalau tuan-tuan “perwakilan” itu ber-otak harusnya tahu sendiri lah harus bagaimana.

Read the rest of this entry »

SMA 65 di majalah Hai-Online

January 19, 2006

Berikut adalah berita mengenai sma 65 di majalah hai-online, sudah lama dan mungkin sudah basi, anyway mungkin bisa jadi reference kita-kita yg sudah alumni dan ngga tahu banyak mengenai perkembangan/berita sekolah kesayangan kita ini.

Fasilitas sekolah – Kok belum pernah pas?

SPP naik, fasilitas mentok. Sementara kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar makin bertambah.

“Buset, kayaknya perpus di sekolah gue harus di perbaharui tuh bukunya. Abis bukunya itu-itu aja dari dulu. Bosen ah!” teriak Ryo dari SMA 91 Pondok Kelapa.

Selain soal perpus, masih banyak temen kita yang merasa belum puas dengan fasilitas yang diberikan sekolah. Jangankan fasilitas lain, kadang fasilitas kelas pun terlihat udah nggak layak lagi.

Udah gitu, jaman serba KBK (Kurukulum Berbasis Kompetensi) ini, uang SPP pun sok ikut-ikutan naik pula kayak harga BBM. Malah semenjak kurikulum baru itu dilepas tahun 2004, beberapa sekolah langsung ngalamin kenaikan SPP. Sejauh ini sih kenaikannya sekitar 25 persen.

Read the rest of this entry »

Cerpen: Cinta Laki-Laki Biasa

January 17, 2006

Karya Asma Nadia dari kumpulan cerpen Cinta Laki-laki Biasa

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya.

“Kenapa?” tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!

Read the rest of this entry »

MY 10%

January 13, 2006

February, 1st 2001
Dear diary,
Hari ini aku bete banget deh, bayangin coba, udah hampir 2 tahun aku ama dia tapi Mr. Ramadhan tetap aja Ramadhan yang simple, sederhana, cuek, cuek, dan sekali lagi cuek. Masa hari ini kita khan ke ultahnya Pritha anak yang paling keren yang kebetulan sobat aku. Aku udah bilang “Dhan ntar pake baju yang kita beli kemarin ya!” soalnya khan yang dateng pasti keren-keren aku ngga mau dong cowokku kalah, eh dia malah pake baju biasa, casual banget. Katanya baju yang baru itu gerah dan dia ngga betah. Aduuuuhhhh alhasil deh aku diketawain temen-temenku, dia sih cuek aja….. ampun dah!

February, 10th 2001
Dear diary,
Aduh malu aku, malu puool, ngapain sih dia pake bawa bekal ke sekolah, kaya anak TK aja, aku aja yang berjenis kelamin cewek, ngga pernah! Udah hampir seminggu dia bawa bekal, kalo ditanya penghematan lah, ikut merasakan penderitaan krisis ekonomi lah …… pertamanya sih nggak pa pa soalnya ngga ada yang tahu tapi tadi temen sekelasnya mergokin dia, udah diketawain temen sekelas eh seperti biasa dia cuek aja, ampun…. mukanya tebel banget ya?!!!

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.